MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN 1
DASAR : QS. AN-NISA AYAT 105.
5.
dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna
akalnya[268], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan
Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari
hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
[268]
Orang yang belum sempurna akalnya ialah anak yatim yang belum balig
atau orang dewasa yang tidak dapat mengatur harta bendanya.
ASBABUN NUZUL
Menurut
At-Thobari pada zaman nabi adanya sahabat Anshor mengadu kepada nabi
SAW, bahwa dia kehilangan sesuatu. Dalam aduanya itu sahabat Anshor
menyatakan bahwa yang mencuri adalah thu’mah bin Ubairaq . setelah
Thu’mah mengerti bahwa perbuatannya diadukan kepada nabi SAW, Thu’mah
segera menyembunyikan barang curiannya di rumah salah seorang Yahudi.
Dalam peristiwa itu nabi hamper terkecoh membela Thu’mah. Dengan
peristiwa inilah ayat tersebut diturunkan. Ternyata orang Yahudi benar
dan Thu’mah yang bersalah.
TAFSIR AYAT ;
Pengertian
al-Kitab di sini, mengingatkan kepada kamu semua bahwa sekalipun
al-Qur’an belum selesai turun , sudah dikatakan sebagai al-Kitab. Jadi
pengertian al-Kitab (al-Qur’an) bukan terpancang/terfokus kepada buku
melainkan hakekat kitab itu sendiri. Bahwa al-Qur’an yang diturunkan
kepadamu adalah suatu kebenaran yang dapat dijadikan sebagai petunjuk
bagi manusia.
Setelah
Allah SWT menjelaskan kebenaran al-Qur’an bagi manusia, maka tidak ada
alternative lain di dalam memberi keputusan manusia itu menggunakan
standar al-Qur’an. Jadi jika ada diantara manusia yang tidak mau
menggunakannya maka mereka itulah yang tidak benar. Allah melarang
kepada manusia sebagai penegak kebenaran dan keadilan larut ke dalam
tipu daya pelaku-pelaku khianat.
MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN 2
DASAR : QS. AL-KAHFI AYAT 29.
29.
dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa
yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin
(kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang
orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika
mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air
seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang
paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
TAFSIR AYAT ;
Allah
menyampaikan kepada manusia bahwa kebenaran yang hakiki datang dari
Tuhan. Sedang kebenaran yang datang dari makhluk bersifat nisbi dan
kontemporer. Adapun kebenaran yang datang dari Tuhanmu telah diwahyukan
dalam al-Qur’an.
Setelah
Allah menjelaskan tentang akan kebenaran yang mutlak kepada manusia,
kemudian Allah memberi kemerdekaan yang penuh kepada manusia. Apakah ia
menerima atau menolak. Jadi barangsiapa yang menginginkan kebenaran
tersebut, Allah memerintahkansupaya beriman dan taat kepada Allah SWT
dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Begitu sebaliknya, sekiranya
mereka meragukan terhadap kebenaran di atas, Allah mempersilahkan kepada
mereka untuk mengingkarinya.
Inilah
sebagai konsekwensi bagi mereka yang mengingkari akan kebenaran Allah
yang telah disampaikan kepada manusia. Allah mempersiapkan suatu tempat
baik bagi mereka Yang mempercayai maupun bagi mereka yang mengingkari,
sekalipun di sini tidak
disebutkan tempatnya orang yang beriman, hal ini dapat dipahami dari
kebalikan suatu kalimat bagi mereka yang kafir lagi zalim. Allah
mempersiapkan suatu tempat yang bergejolak berapi dan berasap.
Allah
memberikan gambaran kepada semua manusia, bahwa tempat yang
dipersiapkan allah bagi mereka yang kafir tidak ada suatu makanan dan
minuman yang dapat dimakan atau diminum kecuali cairan besi untuk
meminumnya dan kayu dhori’ sebagai makanan (QS. Al-Qoshos ayat 5-8),
baik cairan besi maupun kayu dhori’ semua itu dapat menghancurkan muka.
Sebagian
mufassirin mengartikan bahwa minuman bagi penghuni neraka tidak hanya
cairanbesi saja melainkan cairan-cairan yang lainnya seperti darah dan
nanah yang semuanya itu sangat menjijikan.
Siapa
saja yang menolak kebenaran Allah semua akan ditempatkan pada tempat
peristirahatan yang paling jelek, baik sewaktu di alam barzah (kubur)
terlebih di alam akherat kelak.
-------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar